Billboard masih menjadi salah satu media iklan luar ruang (out-of-home advertising) paling populer dan efektif di Indonesia. Iklan reklame ukuran raksasa ini sangat masif persebarannya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Meski era digital makin berkembang, iklan fisik dalam bentuk billboard tetap mampu mencuri perhatian masyarakat.
Namun kini muncul dua jenis billboard yang saling bersaing: digital billboard (LED) dan billboard tradisional (cetak statis).
Lalu mana yang lebih cocok digunakan, khususnya untuk pasar Indonesia di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan?
Artikel ini akan membandingkan kedua jenis billboard tersebut dari segi efektivitas lokasi, biaya, jangkauan audiens, hingga ketahanannya terhadap cuaca.
Efektivitas Iklan per Lokasi
1. Kawasan Perkotaan: Billboard Digital Lebih Unggul
Di kota besar seperti Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak, digital billboard mulai bermunculan di titik-titik strategis seperti bundaran, simpang lampu merah, dan pusat perbelanjaan. Billboard LED menarik perhatian karena menampilkan konten bergerak, pencahayaan terang, serta bisa menayangkan beberapa iklan secara bergantian.
Keunggulannya:
- Bisa menampilkan animasi/video singkat.
- Waktu tayang fleksibel (pagi, siang, malam).
- Efektif menarik perhatian di kawasan padat lalu lintas.
Namun, biaya sewa digital billboard bisa mencapai 2–3 kali lipat lebih mahal daripada cetak. Selain itu, tidak semua kota di Kalimantan memiliki infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi yang stabil untuk mendukung billboard digital.
Jalur Logistik dan Perbatasan: Billboard Tradisional Masih Mendominasi
Di jalur lintas antarprovinsi, kawasan industri, dan daerah logistik seperti Banjarbaru, Tanah Bumbu, PPU, dan Berau, billboard tradisional lebih praktis dan efisien. Biaya produksi lebih rendah, pemasangan cepat, serta tidak tergantung pada sumber daya listrik.
Keunggulannya:
- Cocok untuk promosi jangka panjang (lebih dari 3 bulan).
- Tahan cuaca jika dicetak dengan bahan berkualitas (vinyl/luster).
- Efektif menjangkau pekerja lapangan, supir logistik, dan pelaku usaha mikro.
Pedalaman: Pilih Strategi Lokal
Untuk kawasan pedalaman Kalimantan seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Kutai Barat, atau Nunukan, billboard tradisional tetap menjadi satu-satunya pilihan realistis. Selain lebih murah dan mudah dicetak, distribusinya bisa dilakukan dengan sistem gotong royong atau kerja sama dengan tokoh masyarakat setempat.
Alternatif kreatif:
- Gunakan billboard berbasis mural di tembok rumah warga.
- Kombinasikan dengan pamflet, spanduk, dan event hybrid agar cakupan audiens lebih luas.
Kesimpulan: keunggulan dan kelebihan billboard digital vs tradisional
Jika Anda tengah mempertimbangkan media iklan luar ruang di Kalimantan, maka memahami keunggulan billboard digital vs tradisional sangat krusial. Sesuaikan pilihan Anda dengan lokasi target audiens, anggaran perusahaan, serta daya tahan materi iklan.
Di kota besar, LED billboard menawarkan fleksibilitas dan daya tarik visual tinggi. Namun untuk wilayah logistik, industri, dan pedalaman, billboard tradisional justru lebih efisien dan hemat biaya.
MasterPrint by Atmaka Media Kreatif, sebagai penyedia jasa percetakan dan media iklan luar ruang di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, siap membantu Anda dalam produksi billboard berkualitas tinggi, baik digital maupun cetak.